Mengulik Kenikmatan Kopi Toraja & Flores Yang Legit

Posted by

Kekayaan alam Indonesia termasuk jenis-jenis kopinya yang sangat beragam. Termasuk adalah Kopi Toraja dari Sulawesi. Pamor kopi ini meningkat drastis saat pada 2012 lalu, single origin dari Toraja Sapan mendapat nilai cupping paling tinggi di acara Lelang Kopi Asosiasi Kopi Spesial di Surabaya. Popularitas kopi Toraja langsung menyamai kopi Gayo yang memang sudah terlebih dahulu naik daun. Pada akhirnya, popularitas kopi Toraja menambah satu lagi single origin terbaik yang berasal dari Indonesia. Di kalangan pecinta kopi, kopi Toraja memiliki keunikan tersendiri dan karakternya terbilang eksotis. Tidak heran tentu apabila perusahaan penjual kopi online asal New Orleans memasukkan single origin Toraja Sapan sebagai salah satu jualan utamanya.

Kopi Toraja

Toraja atau Tana Toraja merupakan kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan serta penduduknya sebagian besar hidup di pegunungan. Komoditi utama dari Toraja di antaranya adalah sayur-sayuran, cokelat, serta tentu saja, kopi. Sapan sendiri adalah daerah kecil yang menjadi tempat konsentrasi bagi para pengumpul serta koperasi kopi di Toraja Utara. Kopi-kopi ini ditanam di lereng gunung Sesean dan wilayah tumbuhnya sangat bagus sehingga membuatnya memiliki karakter yang khas. Tasting notes dari kopi Toraja memang sekilas mirip kopi Afrika. Kopi Toraja memiliki body full, bright acidity segar seperti grapefruit, apel atau stroberi. Notesnya adalah herbal serta cinnamon, serta after taste layaknya dark chocolate.

Karakternya yang mengagumkan ini membuat Toraja Sapan cocok diseduh dengan metode brewing. Namun apabila hendak menikmati rasa secara lebih bersih serta jernih, maka metode pour over adalah rekomendasi terbaik. Selain kopi Toraja, varian kopi lain dari Indonesia yang tak kalah berkarakter ialah kopi Flores. Kopi ini memiliki dua varian utama, yaitu Arabika Flores Manggarai serta Arabika Flores Bajawa. Arabika Flores Bajawa bahkan sudah mengantongi sertifikat perlindungan IG atau Indikasi Geografis pada 2010.

Kopi Flores

Sementara Arabika Flores Manggarai sedang dalam proses IG. IG ini adalah penanda yang akan menunjukkan dari mana daerah asal produk tertentu karena faktor geografisnya, termasuk manusia, alam atau kombinasi keduanya.

Kopi Arabika Flores Manggarai memiliki aroma kopi bubuk yang manis serta memiliki aroma rempah. Sensorial yang ditunjukkan adalah cita rasa herbal, spicy, floral serta pepper. Tingkat kekentalan cita rasanya adalah sedang sampai tinggi. Kopi Arabika Flores Manggarai ini memiliki rasa tidak sepat atau pahit. Rasa ini muncul karena terapan petani saat pemanenan. Petani hanya akan memanen buah gelondong merah. Karena keunikannya inilah, maka Manggarai Timur mendaftarkan Perlindungan IG ke Kementerian Hukum dan HAM. Demikian adalah kenikmatan dan keunikan yang disimpan oleh dua kopi khas dari Indonesia ini. Sebagai penikmat kopi, tentunya belum lengkap apabila belum mencicipi keduanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *